Ternyata Inilah Psikologis Anak Yatim Piatu Yang Bikin Kamu Ingin Memeluk Mereka

Advertise



Please Wait...


Advertise




anak yatim piatu psikologis

Kemarin telah terjadi viralnya seorang anak yatim piatu mencuri onderdil dan pemilik bengkel main hakim sendiri dengan menyuruh menyiram oli bekas ke tubuhnya, vidio ini telah di bagikan ke berbagai media sosial yang bikin sayangnya adalah bukan hanya pemilik bengkel yang main hakim sendiri namun masih ada ternyata masyarakat kita yang menyetujui perbuatan main hakim sendiri dan itu bukan beberapa orang namun juga banyak yang beranggaan hal itu baik adanya. Dikarenakan dengan alasan pelajaran untuk masa depannya. Apakah hal ni memang baik untuk seoarang anak yang gak mempunyai kedua orang tua?

Mungkin kamu berpikir tanpa orang tua itu bebas namun peristiwa kematian juga mempengaruhi proses perkembangan, sebab akan menimbulkan duka yang mendalam dan rasa duka itu menyebabkan muncul penolakan, gak mampu menerima kenyataan, putus asa, resah, marah, perasaan bersalah, merasa kangen, perasaan gak rela dan semua sebab itu dikarenakan gak adanya dukungan sosial dan itu menimbulkan dampak yang serius bagi tahap perkembangannya. Karena masa perkembangan adalah masa yang membutuhkan dukungan sosial dari orang-orang saat pertumbuhan identitas dirinya. Seperti perkataan dari latifah maurinta melalui situs kompasiana.com kehilangan kedua orang tua itu sulit, meratapi, menangisi dan menyesali betapa cepatnya mereka pergi, namun harus mengikhlaskan tapi gak bisa melupakan hal itu dengan mencari penganti figur orang tua yang semirip mungkin gak akan ditemui sehingga diharuskan untuk anak yatim piatu bersyukur telah menemukan orang tua asuh yang berbeda walaupun hati menginginkan yang sama.

Penelitian dari Nurhayati (2014) dengan judul Makna Kematian Orang Tua Bagi Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Pasca Kematian Orang Tua) bahwa kehilangan yang dirasakan oleh remaja meliputi kehilangan sosok pemberi perhatian dan kasih sayang, kehilangan model, kehilangan sumber rasa aman, kehilangan teman berbagi. Mereka mengungkapkan perasaan kehilangannya dengan menangis , merasa sedih, melakukan penolakan, dan menyesal setelah kematian orangtua kebutuhan utama remaja adalah tersedianya figur pengganti. Figur pengganti yang dapat berfungsi mengisi kehilangan akan menghasilkan perilaku sosial yang bertanggung jawab, membantu remaja menerima kematian orangtua sebagai takdir dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta tercapainya kemandirian emosional. Dan ternyata figur pengganti seperti orang tua asuh, masyarakat yang gak berfungsi dengan baik akan mendorong terjadinya penyimpangan perilaku sosial dan gangguan moral pada remaja yang mengalami kehilangan sebab saat kehilangan orang tua menurut Ustadz Abu Somad walaupun mempunyai pengetahuan pelajaran moral yang banyak kekuatannya tentang itu hilang semuanya hanya menggandalkan mental dari Alloh yang membangunkannya.

Dari sini, kita harus sadar banget akan kehadiran mereka dengan memberikan apa yang terbaik disisi kita, jika kita gak bisa melakukan hal itu seenggaknya jangan menyakiti mereka. kehilangan sosok orang tua saat masa perkembangan sama seperti kanker mereka hanya butuh kasih sayang perawatan.

penulis : Alia Talita Zahrah..
group : Ensiklopedia Bebas
Diberdayakan oleh Blogger